Banyak para pemula yang ingin mengawali bisnis mereka bertanya-tanya, “Kapan waktu terbaik untuk mulai berusaha?”. Pertanyaan ini begitu sering dilontarkan oleh mereka yang ingin serius menjalani usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal menurut kebanyakan orang, pertanyaan ini bukanlah pertanyaan sulit dan tidak membutuhkan pemikiran untuk dijawab.
Karena semuanya setuju kalau jawaban pertanyaan di atas adalah, Jawabannya: sekarang!
Karena kenyataannya, tidak pernah ada umur yang terlalu muda atau terlalu tua
untuk mulai berusaha. Bahkan itu sudah dilakukan oleh Rasulullah sendiri sebagai teladan kita. Beliau SAW mulai bekerja sejak umur 12 tahun
sebagai seorang pengembala domba. Inilah pekerjaan pertama Rasulullah
sebagai karyawan yang membentuk karakternya. Pada umur 15 tahun beliau
baru menjadi pengusaha saat ikut pamannya untuk berdagang ke Syam.
Dengan segala keterbatasannya, Rasulullah akhirnya menjadi salah seorang
pengusaha yang dikagumi dan namanya tersohor se-jazirah Arab.
Oleh karena itu, jika Anda mengeluh karena terlahir dari keluarga miskin, maka
bandingkan dengan Rasulullah yang terlahir sebagai anak yatim tanpa
ayah. Jika Anda mengeluh tidak bisa menjadi pengusaha karena
berpendidikan rendah, bandingkan dengan Rasulullah yang tidak pernah
sekolah. Dan jika Anda mengeluh modal sebagai hambatan berwirausaha,
maka bandingkan dengan Rasulullah yang tidak punya modal apapun selain
dari mengembala domba. Dengan begitu, tidak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan Anda untuk menyerah dari medan pertempuran.
Anda bisa melihat bahwa semua orang berhak meraih sukses, muda ataupun
tua. Legenda pengusaha
Indonesia, Bob Sadino, beliau menjelaskan perbedaan orang goblok dan
orang pintar dalam berbisnis, “Orang goblok itu gak banyak mikir
kalau mau usaha makanya dia bilang risiko bisnis itu kecil, sehinggga
langsung melakukannya. Sementara orang pintar itu banyak mikir makanya
dia bilang risikonya besar, sehingga dia berusaha menghindar dari risiko
tersebut, dan ujung-ujungnya tidak ada yang dikerjakan.”
Kadang kita terlalu lama berpikir dan malah tidak membawa kita kemanapun
alias hanya diam di tempat. Suatu perencanaan memang penting, tapi jangan
sampai itu melemahkan semangat dan nyali kita untuk melangkah saat
melihat risiko yang akan menghadang di depan. Ingatlah bahwa semakin besar
risiko yang akan dihadapi, maka akan semakin besar juga kemungkinan rezeki
yang didapat.
Namun, risiko juga harus dikalkulasikan dengan baik. Jangan sampai
Anda hanya percaya kepada nasib baik dan tidak melakukan perhitungan di
awal. Ada dua tipe risiko, yaitu risiko tidak terukur (wild risk) dan risiko yang terukur (calculated risk).
Seorang pengusaha harus selalu melakukan perhitungan terhadap risiko
yang ke-2, yaitu risiko yang terukur. Jika risiko sudah diukur dan
dikalkulasikan dengan baik, maka Anda harus berani untuk melakukan action.
Tidak jarang, untuk menghindari risiko, para calon pengusaha biasanya memulai usaha
saat kondisi ekonomi di negara tersebut sedang berjalan baik. Ya wajar
saja karena biasanya saat ekonomi sedang baik, maka penghasilan
masyarakat pun dalam kondisi yang baik sehingga banyak orang kaya yang
ingin memutar uangnya agar menghasilkan keuntungan. Itu adalah peluang
baik yang harus bisa ditangkap oleh pengusaha untuk segera bergerak.
Tapi yang lebih cerdas adalah memulai bisnis di saat kondisi ekonomi
negara sedang sulit atau tidak menentu. Kenapa? Karena pada saat
itu Anda akan mendapatkan pelajaran tersulit dalam memulai usaha dan di
balik kesulitan tersebut akan datang berbagai macam peluang yang tidak
akan didapatkan pada saat kondisi ekonomi sedang baik.
Ibaratnya Anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah dan membereskan
satu persatu masalah yang ada. Sehingga ketika kondisi ekonomi membaik,
bisnis Anda menjadi yang paling siap dibanding yang lainnya.
Jadi, jangan pernah menunda untuk melangkah. Jangan terlalu lama
menunggu untuk memulai usaha karena takut dengan kegagalan. Jika Anda
selalu menunda mengerjakan sesuatu, jangan harap Anda akan meraih
kesuksesan. Karena sukses tidak hanya ditunggu, tapi harus diusahakan
dengan kerja keras dan semangat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar