Minggu, 22 Maret 2015

Kapankah Saat Yang Tepat memulai Usaha?

Banyak para pemula yang ingin mengawali bisnis mereka bertanya-tanya, “Kapan waktu terbaik untuk mulai berusaha?”. Pertanyaan ini begitu sering dilontarkan oleh mereka yang ingin serius menjalani usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal menurut kebanyakan orang, pertanyaan ini bukanlah pertanyaan sulit dan tidak membutuhkan pemikiran untuk dijawab.

Karena semuanya setuju kalau jawaban pertanyaan di atas adalah, Jawabannya: sekarang!

Karena kenyataannya, tidak pernah ada umur yang terlalu muda atau terlalu tua untuk mulai berusaha. Bahkan itu sudah dilakukan oleh Rasulullah sendiri sebagai teladan kita. Beliau SAW mulai bekerja sejak umur 12 tahun sebagai seorang pengembala domba. Inilah pekerjaan pertama Rasulullah sebagai karyawan yang membentuk karakternya. Pada umur 15 tahun beliau baru menjadi pengusaha saat ikut pamannya untuk berdagang ke Syam. Dengan segala keterbatasannya, Rasulullah akhirnya menjadi salah seorang pengusaha yang dikagumi dan namanya tersohor se-jazirah Arab.

Oleh karena itu, jika Anda mengeluh karena terlahir dari keluarga miskin, maka bandingkan dengan Rasulullah yang terlahir sebagai anak yatim tanpa ayah. Jika Anda mengeluh tidak bisa menjadi pengusaha karena berpendidikan rendah, bandingkan dengan Rasulullah yang tidak pernah sekolah. Dan jika Anda mengeluh modal sebagai hambatan berwirausaha, maka bandingkan dengan Rasulullah yang tidak punya modal apapun selain dari mengembala domba. Dengan begitu, tidak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan Anda untuk menyerah dari medan pertempuran.

Anda bisa melihat bahwa semua orang berhak meraih sukses, muda ataupun tua. Legenda pengusaha Indonesia, Bob Sadino, beliau menjelaskan perbedaan orang goblok dan orang pintar dalam berbisnis, “Orang goblok itu gak banyak mikir kalau mau usaha makanya dia bilang risiko bisnis itu kecil, sehinggga langsung melakukannya. Sementara orang pintar itu banyak mikir makanya dia bilang risikonya besar, sehingga dia berusaha menghindar dari risiko tersebut, dan ujung-ujungnya tidak ada yang dikerjakan.” 

Kadang kita terlalu lama berpikir dan malah tidak membawa kita kemanapun alias hanya diam di tempat. Suatu perencanaan memang penting, tapi jangan sampai itu melemahkan semangat dan nyali kita untuk melangkah saat melihat risiko yang akan menghadang di depan. Ingatlah bahwa semakin besar risiko yang akan dihadapi, maka akan semakin besar juga kemungkinan rezeki yang didapat.

Namun, risiko juga harus dikalkulasikan dengan baik. Jangan sampai Anda hanya percaya kepada nasib baik dan tidak melakukan perhitungan di awal. Ada dua tipe risiko, yaitu risiko tidak terukur (wild risk) dan risiko yang terukur (calculated risk). Seorang pengusaha harus selalu melakukan perhitungan terhadap risiko yang ke-2, yaitu risiko yang terukur. Jika risiko sudah diukur dan dikalkulasikan dengan baik, maka Anda harus berani untuk melakukan action.

Tidak jarang, untuk menghindari risiko, para calon pengusaha biasanya memulai usaha saat kondisi ekonomi di negara tersebut sedang berjalan baik. Ya wajar saja karena biasanya saat ekonomi sedang baik, maka penghasilan masyarakat pun dalam kondisi yang baik sehingga banyak orang kaya yang ingin memutar uangnya agar menghasilkan keuntungan. Itu adalah peluang baik yang harus bisa ditangkap oleh pengusaha untuk segera bergerak.

Tapi yang lebih cerdas adalah memulai bisnis di saat kondisi ekonomi negara sedang sulit atau tidak menentu. Kenapa? Karena pada saat itu Anda akan mendapatkan pelajaran tersulit dalam memulai usaha dan di balik kesulitan tersebut akan datang berbagai macam peluang yang tidak akan didapatkan pada saat kondisi ekonomi sedang baik.

Ibaratnya Anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah dan membereskan satu persatu masalah yang ada. Sehingga ketika kondisi ekonomi membaik, bisnis Anda menjadi yang paling siap dibanding yang lainnya.

Jadi, jangan pernah menunda untuk melangkah. Jangan terlalu lama menunggu untuk memulai usaha karena takut dengan kegagalan. Jika Anda selalu menunda mengerjakan sesuatu, jangan harap Anda akan meraih kesuksesan. Karena sukses tidak hanya ditunggu, tapi harus diusahakan dengan kerja keras dan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar